Holisticpath.id - Your Journey Starts Here
Home Artikel Self-Care yang Salah Kaprah: Mengapa ......
Self-Care yang Salah Kaprah: Mengapa Rebahan Sambil Ngemil Junk Food Bukan Bentuk 'Healing' yang Asli
Self-Care yang Salah Kaprah: Mengapa Rebahan Sambil Ngemil Junk Food Bukan Bentuk 'Healing' yang Asli

Self-Care yang Salah Kaprah: Mengapa Rebahan Sambil Ngemil Junk Food Bukan Bentuk 'Healing' yang Asli

Sering berdalih pengen healing tapi malah berakhir rebahan seharian sambil makan makanan tidak sehat? Yuk, luruskan konsep self-care agar kamu bisa memulihkan energi tubuh dan mental dengan cara yang benar-benar utuh!

PROMO:
Naisly Couvher 15% OFF!!

Bagi kaum urban, kata "healing" dan "self-care" rasanya sudah bergeser menjadi kosakata wajib sehari-hari. Setelah seminggu penuh diperas oleh tekanan pekerjaan, dikejar target deadline, dan lelah menghadapi drama kehidupan, kita semua merasa berhak untuk memberikan penghargaan pada diri sendiri.

Namun, coba kita perhatikan bagaimana bentuk self-care yang paling sering dipraktikkan belakangan ini. Biasanya polanya seragam: mengunci diri di dalam kamar kos atau rumah sepanjang hari Sabtu dan Minggu, rebahan di kasur seharian tanpa mandi, sambil maraton nonton series, dan ditemani tumpukan camilan junk food, pizza, martabak manis, hingga es kopi susu boba ukuran besar yang dipesan lewat aplikasi ojol.

Di pikiran kita, aktivitas ini adalah bentuk self-care terbaik untuk melepaskan stres. Kita menggunakan dalih "Gak apa-apa lah, sekali-sekali self-reward abis kerja keras."

Padahal, tahu gak sih? Dari sudut pandang sains dan psikologi, ritual rebahan sambil ngemil junk food seharian penuh itu adalah bentuk self-care yang salah kaprah. Aktivitas ini bukannya menyembuhkan (healing), melainkan justru menumpuk masalah baru bagi tubuh dan mentalmu.

Perbedaan Besar Antara "Numbing" vs "Healing"

Satu hal yang paling sering menjebak kita adalah ketidakmampuan membedakan antara aktivitas yang bersifat menyembuhkan (healing) dengan aktivitas yang bersifat mematikan rasa sementara (numbing).

Rebahan seharian sambil menatap layar gawai dan mengunyah makanan tinggi gula atau garam sebenarnya adalah aktivitas numbing. Saat melakukan hal tersebut, kamu tidak sedang menyelesaikan atau meredakan stres yang menumpuk di kepalamu. Kamu hanya sedang mengalihkan perhatian otakmu agar "lupa" sementara dengan masalah kerjaan lewat stimulasi dopamin instan dari layar dan makanan instan.

Begitu hari Minggu malam tiba dan series-mu habis, rasa cemas, lelah, dan stres itu akan kembali datang dengan intensitas yang sama, bahkan sering kali ditambah dengan bonus rasa bersalah karena dietmu berantakan dan tubuh terasa makin pegal-pegal.

Kenapa Makanan Junk Food Justru Bikin Kamu Makin Capek Secara Mental

Banyak orang mengira comfort food seperti fast food atau makanan manis adalah obat penenang terbaik saat burnout. Memang benar, secara instan gula dan lemak jenuh akan memicu otak melepas hormon dopamin yang bikin mood terasa senang sesaat.

Namun, efek selanjutnya justru berbahaya bagi kesehatan energimu. Makanan junk food yang rendah serat dan tinggi karbohidrat sederhana akan diserap tubuh dengan sangat cepat. Hal ini memicu lonjakan gula darah yang ekstrem, yang disusul oleh penurunan gula darah secara drastis dalam waktu singkat atau populer disebut dengan sugar crash.

Saat mengalami sugar crash, tubuhmu akan mendadak terasa lemas, tidak bertenaga, mengantuk berat, dan suasana hatimu (mood) justru akan merosot jadi lebih sensitif atau gampang cemas. Jadi, makanan yang kamu kira sebagai bentuk hadiah pemulihan diri itu justru menjadi biang kerok kenapa fisik dan mentalmu tetap merasa lelah meskipun sudah tidur belasan jam di akhir pekan.

Bahaya Sedentary Lifestyle yang Berkedok "Rebahan Is Self-Care"

Istirahat itu mutlak diperlukan oleh tubuh, terutama setelah minggu kerja yang padat. Namun, mengartikan istirahat sebagai kondisi diam total di atas kasur selama 24 hingga 48 jam penuh (sedentary lifestyle) adalah kekeliruan besar.

Saat kamu rebahan seharian tanpa melakukan aktivitas fisik minimal, sirkulasi darah di dalam tubuhmu akan melambat. Aliran oksigen menuju otak menjadi tidak optimal, yang memicu munculnya sensasi berkabut di kepala atau brain fog.

Selain itu, otot-otot tubuhmu yang kaku akibat terlalu lama duduk di kursi kantor selama hari kerja justru membutuhkan peregangan atau gerakan aktif ringan, bukan posisi statis baru di atas kasur empuk yang malah bisa memperparah ketegangan otot punggung bawah dan lehermu.

Cara Mempraktikkan "True Self-Care" yang Menyehatkan Jiwa dan Raga

Mulai sekarang, yuk kita ubah definisi self-care ke arah yang beneran mengembalikan energimu secara utuh tanpa merusak komitmen hidup sehat yang lagi kamu bangun. Ini beberapa bentuk true self-care urban yang bisa kamu coba di akhir pekan:

  • Penuhi Hak Tidur Tanpa Distraksi Digital: 
    Bentuk istirahat terbaik adalah tidur berkualitas (deep sleep). Di akhir pekan, matikan alarm dan matikan notifikasi HP-mu. Tidurlah selama 7-8 jam dengan kondisi kamar yang gelap dan tenang tanpa perlu terbangun di tengah malam akibat suara notifikasi sosial media.
  • Praktikkan Active Recovery: 
    Ganti konsep rebahan pasifmu dengan gerakan santai yang menyenangkan. Kamu bisa jalan kaki pagi di taman kota tanpa membawa HP, melakukan olahraga yoga ringan di kamar, atau berenang santai. Gerakan fisik ini akan memicu pelepasan hormon endorfin alami yang beneran efektif menurunkan hormon stres (kortisol).
  • Masak Makanan Nutrisi Tinggi Sebagai Self-Reward: 
    Menyayangi diri sendiri artinya memberikan bahan bakar terbaik untuk tubuhmu bekerja. Jadikan akhir pekan sebagai momen untuk memanjakan tubuh dengan makanan utuh (real food) yang padat nutrisi. Kamu bisa memasak menu favoritmu sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan segar seperti daging, ikan segar, sayuran hijau lokal, dan buah-buahan manis alami.
  • Lakukan Digital Detox Total selama 3 Jam: 
    Berikan hak otakmu untuk beristirahat dari banjir informasi dunia maya. Matikan HP-mu selama minimal 3 jam di hari Sabtu atau Minggu. Gunakan waktu tersebut untuk melakukan hobi taktil yang nyata, seperti membaca buku fisik, merakit lego, atau mengobrol secara mendalam dengan orang terdekat secara tatap muka.


Self-care sejati pada akhirnya tidak akan pernah membuatmu merasa menyesal, bersalah, atau membuat kesehatan fisikmu menurun keesokan harinya. True self-care adalah tentang membangun rutinitas hidup sehat yang seimbang, di mana kamu memperlakukan tubuh dan pikiranmu dengan penuh rasa hormat. Jadi, yuk kurangi ritual lari dari masalah lewat junk food, dan mulailah berikan nutrisi serta ruang gerak yang beneran dibutuhkan oleh tubuhmu!


Mind • Body • Nutrition • Lifestyle


+